KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA

Sejarah

Nama museum Rambu Solo’ Ne Gandeng berasal dari nama tokoh masyarakat di Lembang Malakiri. Ia dikenal sebagai wanita pekerja keras dan hakim adat yang bijaksana. Selain itu, ia juga dikenal sebagai orang yang gigih dalam mempertahankan adat budaya Toraja. Sosok Ne Gandeng tersebut yang akhirnya menginspirasi didirikannya Museum Rambu Solo’ Ne Gandeng. Rambu Solo’ Ne Gandeng sebenarnya merupakan upacara pemakaman melalui prosesi adat kematian yang paling lengkap dan besar.

0
Jumlah Koleksi
0
Tahun Berdiri
0
Jumlah Pengunjung Per Tahun
Visi Museum
Menjadikan Museum Rambu Solo' Ne Gandeng sebagai penyelamat budaya Toraja
Misi Museum
(1) Meningkatkan sarana dan prasarana museum, (2) Meningkatkan kualitas fasilitas museum, (3) Melestarikan lingkungan, (4) Membangun komunikasi dan promosi melalui media elektronik, (5) Meningkatkan kualitas SDM pengelola dan staf dalam wawasan tentang permuseuman, (6) Meningkatkan pengamanan dan pemeliharaan aset museum, (7) Meningkatkan kerjasama dengan Pemerintah Daerah/ Pusat serta pihak swasta, (8) Meningkatkan kualitas pelayanan publik, (9) Meningkatkan pendapatan melalui berbagai kegiatan di lokasi museum, (10) Meningkatkan kuantitas aset museum

Koleksi

Belum ada koleksi.

 

Informasi

Jadwal Kunjungan :

  • Senin Rp. 15000 07:00:00 - 20:00:00
  • Selasa Rp. 15000 07:00:00 - 20:00:00
  • Rabu Rp. 15000 07:00:00 - 20:00:00
  • Kamis Rp. 15000 07:00:00 - 20:00:00
  • Jumat Rp. 15000 07:00:00 - 20:00:00
  • Sabtu Rp. 15000 07:00:00 - 20:00:00
  • Minggu Rp. 15000 07:00:00 - 20:00:00
  • Tanggal Merah - Tutup

Museum - Museum Lainnya

Lihat Semua Museum