Museum Kereta Api Sawahlunto

Sejarah

Museum Kereta Api menempati bangunan yang dibangun oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada 1902. Pembangunan stasiun kereta api Sawahlunto dimaksudkan sebagai moda transportasi pengangkut batubara pada masa itu pada awal abad-19 hingga pertengahan abad ke-20. Akhirnya pada tahun 2000 produksi batu bara di Sawahlunto yang berimbas pada aktifitas dan keberadaan kereta api di Sumatera Barat Akhirnya dengan diberhentikannya operasi kereta api di Sawah Lunto pada tahun 2003 menjadi titik awal dari rencana diadakannya museum kereta api. Museum ini dulunya merupakan stasiun kereta api yang termasuk dalam Devisi Regional III Sumatera Barat. Pembangunan museum kereta api ini juga sebagai upaya melestarikan Stasiun Sawahlunto, PT Kereta Api Indonesia dan pemerintahan Kota Sawahlunto bekerja sama memanfaatkan Stasiun Sawahlunto sebagai museum. Museum Sawahlunto diresmikan tanggal 17 Desember 2005 oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

0
Jumlah Koleksi
0
Tahun Berdiri
0
Jumlah Pengunjung Per Tahun
Visi Museum
Terwujudnya museum yang menggambarkan aktivitas perkeretaapiaan di Sumatera.
Misi Museum
1. Menghimpun, melestarikan dan menyajikan berbagai benda warisan budaya yang berhubungan dengan Perkeretaapiaan. 2. Melakukan penelitian yang berhubungan dengan Perkeretaapiaan. 3. Menginformasikan dan mengkomunikasikan sejarah Perkeretaapian sebagai bahan edukasi untuk masyarakat.

Koleksi

Belum ada koleksi.

 

Jadwal Kunjungan :

  • Senin Rp. 3000 08:00:00 - 16:00:00
  • Selasa Rp. 3000 08:00:00 - 16:00:00
  • Rabu Rp. 3000 08:00:00 - 16:00:00
  • Kamis Rp. 3000 08:00:00 - 16:00:00
  • Jumat Rp. 3000 08:00:00 - 16:00:00
  • Sabtu Rp. 3000 08:00:00 - 16:00:00
  • Minggu Rp. 3000 08:00:00 - 16:00:00
  • Tanggal Merah - Tutup

Museum - Museum Lainnya

Lihat Semua Museum