Sisamping
uptd museum adityawarman
Deskripsi
Sisamping merupakan salah kelengkapan pakaian laki-laki di Minangkabau baik yang dipakai penghulu maupun pengantin laki-laki ada yang terbuat dari kain songket balapak atau motif tabur. Dipasangkan dipinggang dalamnya hingga batas lutut. Letak sisamping diatas lutut lambangkan bahwa semua tindakan dan pekerjaan harus ada ukurannya, yang patut sedikit jangan diperbanyak, yang patut tinggi jangan direndahkan. Bentuk empat persegi panjang terbuat dari kain tenun songket Pandai Sikek teknik ATBM warna merah, hiasan songketan benang emas. Bidang kain bermotifkan belah ketupat, pucuk rabung dan bunga sikakau. Pinggir kain bermotifkan batang pinang, saluak laka, bijo antimun. Sisamping ini dililitkan dipiggang setelah memakai celana panjang pada waktu upacara adat. Memakai sisamping bagi penghulu atau pengantin laki-laki mengandung makna bahwa batas segala tingkah laku ada batasannya/ ukurannya.
Sejarah
-
Nomor inventarisasi :
03.12
Nomor Registrasi :
9.13
Tempat Pembuatan :
-
Status Cagar Budaya :
-
Klasifikasi :
Biologika
Kondisi Koleksi :
-
Tanggal Registrasi:
13 May 2016
Cara Perolehan:
-
Keaslian:
-
Nama Museum :
Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:
13.71.U.03.0008
Alamat Museum:
Jl. Diponegoro No. 10